oleh

Petinggi Hanura Saling Lapor

Bandarlampung (Kiwarinews): Saling lapor. Ya, hal itu yang saat ini terjadi di internal Partai Hanura Lampung. Benny Uzer selaku pucuk pimpinan partai nampaknya tak terima dilaporkan Nazarudin selaku Wakil Ketua ke Polda Lampung atas dugaan penggelapan uang partai.

Dugaan pencemaran nama baik yang bersifat merendahkan martabat dan privasi lewat media sosial pun jadi “senjata” Benny Uzer bersama Sekretaris Sofyan dan Bendahara Miswan Gumanti yang terlihat kompak mendatangi Mapolda Lampung kemarin.

Hal ini disampaikan Kuasa hukum Benny Uzer, Bambang Hartono kepada awak media di Graha Bidhumas Polda Lampung, Senin (8/7).

“(Benny Uzer) beliau merasa dicemarkan nama baiknya melalui media social yang dapat dikategorikan ITE dan beliau melaporkan pencemaran nama baik ke Polda Lampung,” ujarnya.

Hal ini, menurutnya, berdasarkan Surat Tanda Terima Penerimaan Laporan (STTPL) nomor : STTPL/929/VII/2019/LPG/SPKT atas dugaan perkara pencemaran nama baik melalui media sosial di jalan Rasuna Said No 43, Teluk Betung Utara pada 20 Mei 2019 lalu.

“Yang dugaanya melanggar Undang-Undang No.11 pasal 27 ayat 3 atau pasal 45 tahun 2008 tentang pencemaran nama baik melalui ITE. Ini baru selesai melakukan pemeriksaan untuk membuat laporan polisi, ini buktinya,” ungkapnya.

Dalam pelaporan tersebut, ia mengaku dengan melampirkan beberapa dokumen termaksud hasil print out.

“Beberapa baik grup WA maupun berita media online yang di print out dilampirkan menjadi bukti awal terjadinya dugaan pencemaran nama baik melalui IT. Pokoknya ada beberapa kata-kata tidak etis,” ujarnya.

Saat disinggung seperti apa kata-kata tidak etis tersebut, Bambang enggan untuk menjawab pertanyaan media. “Bisa ditanyakan langsung ke penyelidik,” ucapnya.

Terpisah, Nazarudin selaku terlapor mengaku berterimakasih telah dilaporkan, dengan laporan pencemaran nama baik.

“Saya berterimahkasih dengan media atas adanya laporan Beny Uzer dan pengacara, melaporkan saya atas pencemaran nama baik, saya pikir sebagai masyarakat, pejabat punya hak dan pendapat untuk lapor dan polisi punya hak kewajiban untuk menerima,” ujar Nazarudin saat di konfirmasi awak media di rumahnya, Senin malam (08/07).

Nazar melanjutkan, dia tidak mengerti apa yang dilaporkan tersebut. “Saya punya perasaan artinya tidak pernah saya membuat berita-berita yang tidak benar yang saya sebar, yang saya tau kawan-kawan media kirim ke saya. Saya share kekawannya yang ingin tahu, saudara, dan partai,” ungkapnya.

Kendati demikian, jika permasalahan itu yang dimunculkan, ia mengaku tidak merasa khawatir.

“Apalagi yang kita takutkan, gak ada masalah. Jadi kalau media nanya, mungkin untuk mengcounter berita sebelumnya dengan menunjukan bahwa dia laporin saya nyebarin berita bohong,” ungkapnya. (KwN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed